Our Thoughts

Friday in Jakarta

1

Jumat. Kelegaan tanpa batas. Balas dendam atas senin sampai kamis. Sore tenang dihiasi kemacetan ibukota disekitar.

“Express not Impress, Per,” ujar Bryan.

Lagi. Terngiang perkataannya waktu aku dipaksa belajar untuk berbicara di depan khalayak @atamerica selama 4 minggu berturut-turut. 5 Menit waktu berbicara. Minim namun berkesan. Tidak ada ragu yang boleh tersirat atau takut yang tersurat. Coba dan belajar.

 “Coba untuk cerita biasa aja deh, Per daripada ngapal,”ujar Aryo.

Nasihat singkat yang teruntai saat aku tidak puas dengan hasil penampilanku saat berbicara di depan umum. Setengah mati menghapal. Resep berbicara itu akhirnya terkuak. Tidak puas dengan hasil namun puas dengan nasihat. Lain kali aku harus lebih baik lagi.

“Kenapa gue kak? Gue ga bisa,”ujar ku berderai air mata.

Rengekan manja yang aku keluarkan waktu terpilih menjadi koordinator conference di ASEAN Youth Expo 2014. Tepat semalam sebelum acara dimulai. Kesal dan marah beradu. Bryan dan Aryo memang kelewatan untuk soal mengajarkan mencoba. Tapi, hasilnya memang patut disyukuri. Karena tanpa ketakutan, kemalasan jadi raja.

“Saya yakin Pera adalah wanita hebat yang bisa belajar dari kegagalan,”tulis Tante Prissa via teks.

Adalah ketika projek besar yang akan aku tangani kandas ditengah jalanan. Jerih payah pupus sudah. Yang ada hanyalah surat pembatalan kerjasama. Ya, tapi memang pembelajaran selalu lebih berharga dari kegagalan, bukan?

Jumat. Penghelaan atas waktu istirahat akan titian tangga karir yang panjang. Diiringi ambisi yang menumpuk. Jalanan masih ramai.

“Maaf yaaa,”ujar ku

 Beribu kali aku ucapkan pada Fitri, Caca, Farah, Uun, Chita, dan Rozak. Atas omelanku yang sering kali menjadi kebiasaan ketika pengerjaan projek. Rekan tanpa batas. Ambisi, mimpi, sifat dan kemampuan mereka menakjubkan. Menghidupkan humanismeku yang selama ini hilang entah kemana.

Jumat. Akhir hari dan hari terakhir akan hari kerja. Bukannya sama saja akhir hari dan hari terakhir? Ah, tidak. Beda. Jumat ini adalah hari terakhir ku bekerja. Tiga bulan yang luar biasa. On That Point adalah pembelajaran tanpa mengenal nilai. Meeting, pembicara, logistik, acara, konten, presentasi, leader projek, emailing, diplomasi, marketing, partnership, sales, PMO, event, english, leadership, HRD, dan sejuta ilmu lainnya tersaring setiap hari.

Jumatku menyenja. Sebagaimana siang pergi untuk kehadiran malam. Keikhlasan dan ketidakikhlasan meninggalkan OTP biar ku simpan sendiri. Mungkin Jumat depan aku kembali atau mungkin hanya berkunjung. Terimakasih On That Point atas ajaran ekslusif akan mimpi. (PM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered By