Our Thoughts

Pahami konteks demi komunikasi yang efektif

Berbicara Dengan Konteks

“Gak nyambung deh lo…” kata si B waktu si A tiba-tiba ikut nimbrung ke pembicaraan B dan C. Pernah gak ini terjadi dengan kalian?

Kadang kita suka memulai percakapan tanpa tahu konteks pembicaraan, akhirnya jadi gak nyambung. Ini gak hanya terjadi di kehidupan sehari-hari, tapi bahkan juga di dunia jurnalistik. Banyak public figure yang mengeluh karena wartawan seringkali tidak melakukan riset sebelum mewawancara mereka. Akibatnya, wartawan jadi menanyakan pertanyaan-pertanyaan “bodoh” seperti latar belakang si public figure dan lain-lain. Public figure jadi kesal dong, ‘Katanya mau wawancara saya, tapi gak tahu apa-apa tentang saya!’

Itulah mengapa Artistic Speaking selalu dimulai dari mengenal KONTEKS. Konteks punya arti yang sama dengan kondisi, situasi, atau keadaan. Dengan kata lain, agar bisa berbicara atau berkomunikasi dengan baik dan “nyambung”, kita harus memahami konteks yang ada.

Jika kita selalu ingat untuk memahami konteks, maka kita bisa nyambung dengan orang di berbagai kesempatan. Misalnya, di suatu seminar, semua orang ingin melakukan networking atau pendekatan kepada CEO yang menjadi pembicara. Tentu kalau semua orang melakukan networking, kita harus menemukan cara agar bisa diingat, kan?

Caranya adalah dengan memahami konteks sang CEO. Carilah informasi tentang dirinya, perusahaannya, serta kebijakan-kebijakan terakhir yang dia ambil. Saat melakukan pendekatan pun, kita jadi punya topik pembicaraan dan CEO tersebut merasa dihargai karena kita mengerti situasi dirinya dan perusahaannya. Obrolan pun menjadi tidak canggung.

Tidak hanya untuk networking, dalan aplikasi sehari-hari pun, mengerti konteks bisa bikin kita lebih bijaksana. Misalnya, saat kita melihat orangtua kita baru pulang kerja dan sedang capek, tentunya bukan waktu yang tepat untuk menceritakan masalah kita atau minta uang jajan, misalnya :D. Itulah yang dimaksud dengan mengerti konteks atau situasi.

Dalam Artistic Speaking, berbicara tidak hanya tentang percaya diri bicara di depan umum, tetapi juga berbicara dengan strategi yang baik. Makanya, ayo kita mengerti konteks!(RN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered By