Our Thoughts

DSC08464

Berbakat Berbicara Vs Belajar Berbicara

Ada hal yang menarik dari pidato Jokowi pada APEC 2014 yang berlangsung di Beijing, Senin (10/11/2014). Pujian datang dari berbagai pihak khususnya netizem. Seperti yang dikutip dari Kompas.com, President East-West Center, Charles  E Morrison melalui akun twitternya mengatakan “Jokowi berbicara di CEO Summit dengan menggunakan bahasa Inggris yang sederhana dan baik, tanpa catatan, menggunakan pointer sendiri, dan mengendalikan ppt, fokus pada kesempatan berinvestasi @APEC_CEOsummit.” Bahasa Jokowi dianggap genuine, khas, murni dan tidak dibuat-buat.

Tidak semua orang lahir dengan bakat kemampuan berbicara dihadapan orang lain.  Tapi, bukan berarti kemampuan berbicara hanya didasari dari bakat. Atas dasar inilah, OTPspeaks Community dilahirkan. Dengan berbekal prinsip bahwa berbicara membutuhkan banyak komponen kemampuan, OTPspeaks Community menjadi wadah yang memfasilitasi siapa pun yang ingin belajar berkomunikasi secara efektif dan efisien.

“Jokowi bisa menjadi contoh tepat bahwa berbicara di hadapan publik, bukan dinilai dari penggunaan bahasa yang tinggi, penampilan, dan sebagiannya. Utamanya ini adalah tentang mengkomunikasikan konten dengan konteks yang sesuai,”ujar Bryan Gunawan, founder OTPspeaks Community, sekaligus CEO On That Point Institute, sebuah perusahaan konsultan komunikasi.Dalam komunitas ini, peserta diasah untuk memiliki empat kemampuan komunikasi yaitu strategi penggunaan content, story angle, interest-based negotiation, dan elaborationdalam berbagai program. Ada pun menu utama dari komunitas ini adalah kelas Artistic Speaking reguler setiap hari rabu, di basecamp OTPspeaks kuningan, Jakarta Selatan. Program reguler ini juga diiringi dengan program kerjasama lainnya seperti iLearnDebate with @america, Artistic Speaking in English with Britzone, dan sebagiannya.

Dengan konsep pembelajaran Learning in Fun way, kebanyakan teori ditransformasikan dalam bentuk game atau yang disebuat sebagai gamification untuk kemudian diambil inti sarinya. Tujuannya OTPspeaks Community adalah untuk menciptakan generasi artistic speakers yakni generasi yang berbicara dengan strategi konten dan kreasi logika untuk menghasilkan keuntungan yang berguna bagi dirinya dan orang lain yang mendengarkan bahkan bagi masyarakat minoritas.

Pada akhirnya, On That Point Institute berharap bahwa tindakan kecil mereka dalam OTPspeaks community mampu berkontribusi nyata bagi terciptanya pribadi artistic speakers. Komunitas ini terbuka bagi setiap orang di daerah Jabodetabek untuk belajar. Untuk informasi pendaftaran, silahkan kunjungi @OTPspeaks atau pendaftaran online melalui tinyurl.com/OTPspeaks. (PM)

Tentang OTPspeaks Community

OTPspeaks Community adalah komunitas yang dibentuk untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasinya. Dalam komunitas ini, akan diberikan kelas pelatihan komunikasi gratis berupa kelas artistic speaking dan kelas debat. Tujuannya adalah membentuk Artistic Speakers yaitu orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menggunakan CONTENT, STORY ANGLE, INTEREST-BASED NEGOTIATION, dan ELABORATION dalam komunikasinya. Beralamat di kantor On That Point Institute (Jalan Pedurenan Masjid 2 No. 27, Kuningan, Jakarta Selatan), kelas gratis diadakan setiap hari Rabu (18.00 s.d. selesai). Untuk pendaftaran, peserta bisa mengunjungi tinyurl.com/OTPspeaks atau @OTPspeaks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered By